Tidak banyak kata "Terima Kasih" saya gaungkan kepada ke-3 teman selebor nan kece saya, bahkan saya belum mengucapkannya sama sekali.. Tidak seperti yang lainnya, saya tidak mampu mengucapkannya secara langsung, namun percayalah bahwa saat kalian datang dengan kue biru kecil dengan lilin merah berangka 18 yang menyala menghampiri saya yang seketika bingung dengan apa yang saya lihat, ada teriakan histeris dari dalam hati ini,"Oh Tuhan, Terima kasih! Hariku indah!"
Tak banyak aku berkata2, bahkan tak ada air mata mengalir seperti seharusnya teman yang terharu dengan suatu perayaan sederhana nan memukau yang diberikan oleh teman2 terkasih. Namun, sepanjang kaki ini melangkah menaiki tangga hendak menyelesaikan tugas di hari ini, ada gema syukur yang saya ucapkan atas kesederhanaan yang sempurna ini.
Saya hanya tersenyum ketika mendengar keluh kesah lapar kalian karena telah menunggu waktu untuk mengejutkanku, senyuman yang mengartikan rasa bahagia yang tak terelakkan lebih besar ada dalam hati ini dibandingkan dengan rasa kasihan akan kelaparan kalian. Sungguh, justru aku bahagia mendengar keluh kalian, menandakan aku adalah bagian penting dari kalian yang tak bisa dilewatkan begitu saja. Setiap slide foto yang terekam oleh kamera Handphone, sungguh melukiskan wajah penuh rasa syukur dari saya, yang empunya hari ini.
Dan
sekali lagi, ketika tengah menikmati "hidangan gratis" kita, seorang
dari kita melangkah, tanpa saya tahu dan peduli apa yang dilakukan.
Senandung lagu bertemakan "Ulang Tahun" yang dinyanyikan oleh salah satu
Band Tanah Air dan pengungkapan darinya yang mengaku meminta lagu itu
untuk dimainkan, lagi-lagi membuat hati ini menjerit,"Tuhan, AKU
BAHAGIA!" meski mulut tetap tertutup, dan hanya terus melanjutkan canda
dan tawa. Hujan mengiringi bahagiaku hari ini, menjadi salah satu alasan
lagi mengapa saya menyukai hujan. Sesampainya di kos, saya merekam
kembali semua yang terjadi hari ini, dan disinilah kalian dapat melihat
dengan hati kalian yang berada di tempat kalian masing2, ada air mata
yang mengalir. Ya, AIR MATA! Ucapan syukur kembali saya lantunkan lewat
bisikan doa kepada Sang Pencipta karena mengijinkan saya hidup di hari
ini. Sekarang, saya dapat benar-benar mengatakan dengan lantang,"Terima
Kasih TeleTubies! Hariku Sempurna!"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar