Jumat, 16 Mei 2014

Ia Yang Kuat Untuk Menguatkan


Ada tangis yang pecah sesaat setelah bunyi pesan berdering
Ada cerita yang terurai dari ia yang jauh di sana
Ia kesulitan, Ia dalam pergumulan, Ia merenung
Untuk waktu yang lama, ia tertambat dalam genangan air mata penuh harap
Nyata di depannya bebatuan besar yang menghadang jalan lurusnya
Mencari celah untuk keluar namun tak di dapatnya
Seakan ini jalan buntu untuk dirinya hari itu dan mungkin seterusnya
Aku pun membaca pesan itu dengan hati yang mulai tergores
Aku sendiri bagian dalam kesulitannya, bagian dari pergumulannya
Ingin keluar, aku tak punya kuasa..
Hanya Sang Pencipta yang ku panggil sebagai Bapa
Yang memiliki jalan keluar untuk kebuntuan yang mungkin memang Ia ijinkan
Tak paham, benar-benar tak mengerti kenapa Ia biarkan semua ini terjadi?
Ada banyak niat yang berkumpul dalam pikiran untuk mengeluh
Namun ada hati yang tak berdaya menjerit meminta pelukan hangat
Untuk sekedar memberi damai untuk jiwa yang sedang bergumul
Inikah kehendak-Mu? Inikah jalan yang harus ku lalui?
Ia yang ku tau tegar, nyatanya memang tetap tegar.
Ada tangisan memang, namun ia berkata PERCAYA, ia tetap BERSYUKUR
Ucap bibirnya menguatkanku untuk adanya sebuah harapan
Yang menanti untuk merubah wujudnya menjadi sebuah kepastian
Ada tangis, ada takut, ada perih..
Namun Anugrah yang di berikan-Nya berlimpah selama ini
Mampu meniadakan keraguan untuk tetap percaya dan bersyukur
Benar memang, pelangi datang setelah hujan jatuh
Dan benar memang, selalu ada matahari di saat fajar menjelang
Tuhan, ia yang kini sedang bergumul dalam imannya
Kuatkan dia, aku tau Engkau memeluknya saat ini..
Kasih, Kuasa, dan Anugrah-Mu tak berhenti dan tak pernah berhenti
Aku bangga menjadi hak milik-Mu
Sebab ku tau, aku aman di dalam-Mu
Dan aku bahagia, mengenalnya yang menjadi wakil-Mu di dunia
Ia berhasil membuat aku merasa takkan menyesal mengenal-Mu
Dan tinggal di dalam rencana-Mu yang selalu hebat dan ajaib
Terima kasih Tuhan, untuk semua ini..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar