Selasa, 25 Maret 2014

Haruskah Ku Tetap Menunggumu??


Halooo Haloooo.. Lohaaa Lohaaa.. 
JrengJreeeeng! akhirnya sampai pada ketikan terakhir saya di hari ini, yang masih menggambarkan kegalauan anak labil yang hilang arah karena kompas meninggalkannya di padang gurun bersalju, tenggelam dalam bak pasir pinggir rel kereta usang, dan tak tau bagaimana ia bernafas dengan insang yang tinggal setengah. Gue harap kalian masih punya stok plastik dan antimo yaa, this is really really the last note for today! Here it is..

 

Sempat kau hadir dalam hidupku

Memberiku cinta yang seakan meyakinkanku untuk bertahan

Kau membuatku menanti dan menunggu

Tanpa ada hasrat untuk bertanya mengapa aku harus menunggu

Hingga akhirnya aku terbelenggu dalam perasaanku sendiri

Rasa tak ingin melepasmu, meski untuk melihat bahagiamu

Berada di benakku, kau akan menemukan bahagiamu di dalamku

Imajinasiku bermain, seakan kau nyata di sisiku

Menjawab semua tanya yang tak terkatakan

Aku tak pernah lelah menunggumu, tak pernah letih untuk mengharapkanmu

Namun, sampai kapankah aku harus menunggu?

Sampai kapankah aku hanya dapat bermain dengan imajinasiku tentangmu?

Akankah kau benar-benar kembali untukku?

 

 Kata terakhir emang pertanyaan, tapi gausah di jawab di sini yak.. Nanti ujung-ujungnya minta waktu buat curhat lagi -_- hahaha.. oke deh, untuk hari ini, sebagai pembukaan, gue sudahi dulu segalanya.. Sekarang, saatnya memuaskan nafsu rakus cacing-cacing di perut yang sudah menggeliat geli geli najis ini.. See you guys! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar